how we can help you? (+62) 81 238 212577 attaxindonesia1@gmail.com

Pencatatan Dalam Perusahaan Dagang

Bertemu lagi dengan kami konsultan pajak Manado, kami akan membahas tentang pencatatan dalam perusahaan dagang.

Jurnal umum

Transaksi bisnis perusahaan dagang yang terjadi pada satu periode dicatat dalam sebuah jurnal. Pencatatan dalam jurnal dibuat secara kronologis meliputi berbagai macam transaksi dan transaksi tertentu yang terjadi berulang-ulang selama periode tertentu baik mingguan, bulanan atau dwi bulanan.

Jurnal yang mencatat semua transaksi yang bermacam-macam ini disebut jurnal umum dan biasanya hanya mengandung 2 kolom untuk mencatat jumlah transaksi, yaitu debit dan kredit. Setelah mencatat transaksi dalam jurnal umum, tahap pencatatan berikutnya adalah memposting transaksi-transaksi tersebut sesuai dengan kelompok akunnya, misalnya : kas, piutang usaha, hutang usaha, dan sebagainya.

Buku besar ini menghasilkan saldo-saldo pada setiap akun yang  digunakan untuk menyusun daftar saldo yang akan dijadikan dasar dalam menyusun laporan keuangan. Secara umum, transaksi yang sering terjadi pada perusahaan dagang terdiri dari 4 macam, yaitu :

  1. Transaksi Penjualan
  2. Transaksi Pembelian
  3. Transaksi Penerimaan Kas
  4. Transaksi Pengeluaran Kas

Jurnal Khusus

Jurnal khusus adalah metode untuk mengikhtisarkan transaksi-transaksi. Jurnal khusus dirancang untuk mencatat satu jenis transaksi tertentu yang beruang-ulang, misalnya penjualan kredit, pembelian kredit, penerimaan kas, pengeluaran kas, retur penjualan dan retur pembelian.

Transaksi yang disediakan jurnal khusus biasanya adalah transaksi yang sering terjadi dan tidak praktis untuk melakukan postingan berkali-kali. Jurnal khusus yang biasanya dimiliki oleh perusahaan dagang antara lain :

  1. Jurnal Penjualan
  2. Jurnal Pembelian
  3. Jurnal Penerimaan Kas
  4. Jurnal Pengeluaran Kas
  5. Jurnal Retur Penjualan
  6. Jurnal Retur Pembelian

Seperti halnya perusahaan jasa yang mempunyai sejumlah rekening khusus, perusahaan dagang juga mempunyai beberapa rekening khusus yang terdapat dalam laporan Laba-Rugi yang merupakan karakteristik perusahaan dagang.

 

Laporan Laba-rugi perusahaan dagang terdiri atas 2 bagian utama, yaitu pendapatan dan biaya. Pendapatan dalam perusahaan dagang disebut penjualan (sales atau sales revenues). Biaya operasi dibagi menjadi 3 golongan, yaitu biaya barang terjual, biaya penjualan dan biaya administrasi/umum. Berikut ini pembahasan arti dan fungsi rekening yang mewakili pos-pos tersebut :

  1. Penjualan

Penjualan barang dagang secara tunai akan dicatat dalam jurnal penerimaan kas dengan mendebet rekening kas dan mengkredit rekening penjualan. Sedangkan penjualan barang dagang secara kredit  dicatat dalam jurnal penjualan dengan mendebet rekening piutang usaha.

  1. Potongan Tunai (potongan penjualan)

Potongan tunai merupakan penurunan harga yang diberikan kepada pelanggan untuk mendorong tagihan-tagihan mereka secara tetap waktu. Potongan ini biasanya dinyatakan dalam bentuk syarat penjualan kredit, misalnya 2/10, n/30. Syarat ini mengandung arti bahwa potongan sebesar 2 % akan diberikan kepada pelanggan apabila membayar dalam waktu sepuluh hari atau kurang setelah tanggal penjualan, tetapi setelah tanggal itu pelanggan harus membayar secara penuh. Catatan jurnal dilakukan dengan mendebet akun Kas dan Potongan Penjualan, serta mengkredit akun piutang Dagang.

  1. Retur dan Keringanan Harga Penjualan (Retur penjualan)

Dalam pencatatan dan untuk kepentingan manajemen, jumlah ini didebet dalam rekening retur dan keringanan penjualan. Dalam laporan Laba-Rugi, jumlah ini mengurangi penjualan. Bila penjualan dilakukan tunai maka perusahaan mungkin mengembalikan kas yang telah diterima sehingga akan dikreditkan rekening kas. Atau perusahaan akan tetap menahan kas tersebut dan akan mengurangi jumlah rupiah penjualan  berikutnya kepada pelanggan yang sama.

  1. Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan ini timbul pada saat terjadinya penjualan yang melibatkan penyerahan barang kepada pembeli dan berakibatkan mengurangi persediaan. Tetapi karena sulitnya menentukan jumlah rupiah harga pokok ini maka pada saat penjualan terjadi, harga pokok ini tidak dicatat dan baru akan dihitung pada akhir periode dengan cara menghitung dahulu sisa barang yang masih ada di gudang.

  1. Pembelian

Rekening pembelian digunakan untuk mencatat jumlah rupiah yang dibayarkan atau dikeluaran untuk pembelian barang sesuai dengan jumlah rupiah yang difakturkan. Jumlah ini biasanya adalah kuantitas dikalikan harga beli. Jadi pembelian sebenarnya merupakan harga pokok  barang yang dibeli sehingga ada yang menyebut rekening tunai atau secara kredit dengan termin atau syarat pembayaran tertentu.

  1. Potongan Pembelian

Pembelian barang dagang dapat dilakukan secara tunai atau kredit. Apabila pembayaran dilakukan pada saat penyerahan barang, dalam hal ini pembeli dan penjual sepakat menggunakan syarat tunai atau kas. Syarat kredit biasanya dicantumkan dalam faktur. sedangkan periode kredit dimulai dari tanggal yang tercantum dalam faktur. syarat kredit n/30 atau net-30 berarti bahwa pembayaran atas barang harus dilakukan  30 hari setelah tanggal faktur.

  1. Retur dan Keringanan Pembelian (retur pembelian)

Pengertian tentang hal ini seperti pada transaksi penjualan hanya saja dalam hal ini retur dan keringanan ditinjau dari sudut pembeli sehingga jurnal yang dibuat merupakan lawan retur dan keringanan penjualan. Retur ini dipandang dari sudut pembeli.

  1. Biaya Angkut Pembelian

Apabila kepemilikikan barang berpindah ke pembeli pada saat barang diserahkan ke perusahaan pengiriman, maka pembeli mempunyai tanggung jawab untuk membayar ongkos angkut. Syarat penyerahan yang demikian disebut dengan franko gudang penjual (FOB Shipping Point). Sebaliknya apabila kepemilikan barang berpindah ke pembeli  digudang pembeli, maka penjual yang mempunyai  tanggung jawab untuk membayar ongkos angkut.

  1. Persediaan Barang Dagang

Barang dagang yang belum terjual pada akhir periode akan ditampung dalam rekening ini dan jumlahnya akan nampak juga dalam neraca sebagai persediaan barang dagangan. Semua pengeluaran yang berkaitan dengan pembelian barang sampai barang siap dijual ditampung dalam rekening persediaan barang dagang.

Setelah mengetahui tentang pencatatan dalam perusahaan dagang, tidak perlu bingung harus kemana urusan pajak Anda, kami dari Konsultan Pajak Attax Indonesia siap membantu Anda.

 

 

Kami Online