how we can help you? (+62) 81 238 212577 [email protected]

Apa itu SPT Tahunan Badan?

Bagaimana cara mengisi SPT Tahunan Badan?

Kami dari Konsultan Pajak Pekan Baru Melalui tulisan ini kami akan membantu mengurai tentang SPT Tahunan Badan, kami berharap dari tulisan ini bisa menjawab beberapa pertanyaan diatas.

  1. PENGERTIAN SPT TAHUNAN BADAN

Menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, SPT Tahunan adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak (Pasal 1 ayat 11).

Bagi wajib pajak, SPT berfungsi sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak terutang untuk melaporkan hal-hal berikut ini:

  1. Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri dan/atau melalui pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam 1 (satu) Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak
  2. Penghasilan yang merupakan objek pajak dan/atau bukan objek pajak
  3. Harta dan Kewajiban
  4. Pembayaran dari pemotong/pemungut tentang pemotongan dan pemungutan pajak orang pribadi atau badan lain dalam 1 (satu) Masa Pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

B.    CARA MENGISI SPT TAHUNAN BADAN

Cara mengisi SPT Tahunan Badan 1771 dapat melalui software e-SPT yang harus Anda unduh dahulu.

1. LOGIN KE APLIKASI ESPT 1771

  • Langkah pertama adalah menjalankan aplikasi ESPT 1771. Untuk cara instalnya bisa lihat dan cara menambahkan database
  • Pilih Database yang diinginkan lalu klik Ok

2. MENGISI IDENTITAS WAJIB PAJAK

  • Masukkan NPWP Perusahaan

  • Lengkapi Informasi Profile yang diminta seperti contoh dibawah

  • Sekarang klik tab halaman 2 dan masukkan nama pimpinan perusahaan dan NPWP serta nama pejabat penandatangan

  • Cek kembali data yang sudah diisi. Jika sudah yakin benar semua maka klik tombol simpan lalu pilih Yes.

3. BUAT SPT BARU

  • Rekan akan dialihkan ke halaman login
  • Usernamanya adalah Administrator dan Passwordnya 123. Rekan bisa mengganti Username dan Password melalui menu “Utility”

  • Klik Buat SPT Baru
  • Pilih tahun pajak yang diinginkan
  • Klik tombol Buat

 

4. ISI LAMPIRAN KHUSUS AMORTISASI DAN PENYUSUTAN FISKAL

  • Yang pertama kali kita isi adalah Lampiran Khusus menu Daftar Penyusutan dan Amortisasi Fiskal.
  • Klik Baru

  • Isi Jenis Harta sesuai dengan kelompoknya. Jika ingin menambahkan jenis harta yang belum tercantum pada daftar, rekan bisa lihat pada halaman cara menambahkan harta pada lampiran Daftar Penyusutan
  • Jumlah Penyusutan Fiskal terisi secara otomatis
  • Jumlah Penyusutan Komersial diisi manual dengan jumlah sama dengan Nilai Penyusutan Fiskal
  • Klik Tutup untuk menyelesaikan pengisian Lampiran ini.

5.  Isi Transkip Kutipan Elemen Laporan Keuangan

Pada lampiran ini kita mengutip laporan keuangan yang sudah kita buat kedalam menu sesuai dengan format pada aplikasi ESPT 1771.

  • Isi pada kolom sesuai pada masing-masing tab sesuai dengan laporan keuangan yang telah dibuat

  • Setelah semua bagian dari tab tersebut (NERACA-AKTIVA, NERACA-KEWAJIBAN, LABA / RUGI, HUBUNGAN ISTIMEWA) selesai diisi, klik simpan.

6. Isi Lampiran VI

Langkah selanjutnya adalah mengisi lampiran SPT Tahunan. Lampiran ini terdiri dari 6 bagian.  Untuk mempermudah, kita mulai mengisi dari lampiran VI terlebih dahulu baru secara berurutan menuju Lampiran I. Walaupun ada lampiran yang tidak diisi, rekan wajib membuka lampiran tersebut lalu tutup kembali.

  • Diisi jika memiliki perusahaan affiliasi. Jika tidak ada dikosongkan saja lalu pilih tutup

7. Isi Lampiran V

  • Lampiran ini berisi informasi Pemegang Saham dan Daftar Pengurus
  • Klik baru pada bagian A
  • Jumlah Modal disetor penuh diisi dengan jumlah total nilai saham dari seluruh pemegang saham
  • Jumlah Modal Pemegang Saham diisi dengan jumlah modal yang disetor oleh nama pemegang saham tersebut
  • Klik Simpan
  • Ulangi langkah tersebut untuk pemegang saham yang lainnya

 

  • Bagian B diisi dengan daftar susunan pengurus dan komisaris
  • klik Baru
  • Masukkan informasi yang diminta dan pilih jabatannya.
  • Simpan

 

8. Isi Lampiran IV

Lampiran IV ini terdiri dari 2 halaman.

  • Isi Penghasilan yang sudah dikenakan Pajak Final

  • Halaman 2 diisi dengan penghasilan yang tidak termasuk objek pajak

 

9. Isi Lampiran III

Lampiran III ini diisi dengan daftar Kredit Pajak Penghasilan dalam negeri, misalnya bukti potong PPh Pasal 22 dan/atau 23.

  • Klik Baru
  • Isi informasi yang diminta
  • Klik Simpan

10. Isi Lampiran II

Lampiran ini diisi sesuai dengan laporan keuangan yang sudah dibuat

11. Isi Lampiran I

Lampiran ini merupakan penghitungan penghasilan neto yang akan menjadi dasar perhitungan pajak. Sebagian kolom akan terisi secara otomatis. Klik Simpan jika rekan sudah melengkapi isiannya.

12. Isi Induk SPT

Disini kita akan menghitung berapa jumlah pajak terutang dan besarnya angsuran PPh pasal 25 untuk tahun berjalan.

  • Buka Halaman Induk SPT

  • Pilih diaudit atau tidak

  • Pilih tarif PPh sesuai dengan kriteria Wajib Pajak. Pada contoh ini menggunakan tarif PPh Pasal 31E ayat (1).

  • Isi penghasilan yang menjadi dasar perhitungan angsuran
  • isi kredit total kredit pajak pada bagian 14.e

  • Centang kelengkapan lampiran yang disampaikan
  • Pilih tanggal penyampaian.
  • Simpan

13. Isi SSP

Setelah selesai menghitung pajak terutang, langkah selanjutnya adalah melakukan pembayaran melalui bank persepsi/kantor pos. Selanjutnya mengisi informasi Surat Setoran Pajak (SSP) pada aplikasi ESPT 1771.

  • Klik Daftar Surat Setoran Pajak
  • Klik Baru

 

  • Pilih Kode Map 411126
  • Kode Jenis Setoran 200
  • Isi NTPN yang terdapat pada SSP yang kita terima dari bank/kantor pos setelah melakukan pembayaran pajak. NTPN diketik terlebih dahulu melalui aplikasi word/notepad lalu copy paste ke kolom NTPN aplikasi ESPT
  • Klik Simpan

14. Buat File CSV

Langkah terakhir adalah buat File CSV

  • Klik SPT Tools > Lapor Data SPT ke KPP
  • Klik Tampilkan Data
  • Pilih SPT yang ingin dilaporkan
  • Pilih Lokasi File penyimpanan CSV
  • Create File

15. Cetak SPT

  • Klik SPT Tools . Menu Cetakan
  • Centang Tahun Pajak lalu pilih tahunnya
  • Centang bagian yang ingin dicetak
  • Klik Cetak

Setelah mengetahui tentang SPT Tahunan Badan , tidak perlu bingung harus kemana mengurus urusan pajak anda. Kami dari Consultan Pajak Attax Indonesia siap membantu anda.

Kami Online